JARDIKNAS
(Jaringan Pendidikan Nasional)
Istilah
Jejaring Pendidikan Nasional digunakan pertama kali bulan Juli 2006 sejalan
dengan program pengembangan infrastruktur ICT (Information and Communication
Technology) di lingkungan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
(PSMK) Mandikdasmen Depdiknas. Pada awalnya, PSMK Mandikdasmen Depdiknas
berencana membangun infrastruktur jaringan online skala nasional untuk
kebutuhan interkoneksi antar sekolah
(Zona Sekolah) di setiap wilayah Kota/Kabupaten se-Indonesia. Dalam
perkembangannya, infrastruktur jaringan online tersebut juga dihubungkan
ke seluruh kantor Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota/Kabupaten se-Indonesia
sebagai simpul lokal JARDIKNAS di daerah (Zona Kantor Dinas). Dimana setiap
kantor dinas pendidikan (sebagai simpul lokal) tersebut berkewajiban untuk
mendistribusikan koneksi JARDIKNAS ke sekolah-sekolah termasuk Sekolah Menengah
Kejuruan yang
berfungsi sebagai ICT Center di daerah masing-masing.
1. Manfaat ICT pada Pendidikan Nasional
a. Peningkatan kecepatan layanan
informasi yang integral, interaktif, lengkap, akurat dan mudah didapat.
b. Memberikan pelayanan data dan
informasi pendidikan secara terpadu.
c. Menciptakan budaya transparan dan
akuntabel.
d. Merupakan media promosi pendidikan
yang handal.
e. Meningkatkan komunikasi dan interaksi
baik secara lokal maupun internasional.
f. Mengakses berbagai bahan ajar dari
seluruh dunia, dan
g. Meningkatkan efisiensi dari berbagai
kegiatan pendidikan.
2. Zona Jejaring Pendidikan Nasional
(JARDIKNAS)
JARDIKNAS merupakan Wide Area Network
(WAN) Pendidikan skala Nasional. JARDIKNAS terdiri dari 4 zona jaringan,
meliputi:
a. JARDIKNAS Kantor Dinas/Insitusi
(DiknasNet)
Meliputi: kantor-kantor dinas
pendidikan baik di tingkat pusat, propinsi hingga kota/kab. Fungsi utama
Jardiknas pada zona Kantor Dinas sebagai media untuk transaksi data online
sistem informasi administrasi dan manajemen pendidikan.
b. JARDIKNAS Perguruan Tinggi (INHERENT)
Meliputi: seluruh perguruan tinggi
baik negeri maupun swasta.Fungsi utama Jardiknas pada zona Perguruan Tinggi
sebagai media untuk riset dan pengembangan IPTEKS serta pembelajaran elektronik
berbasi Teknologi Informasi dan Komunikasi.
c. JARDIKNAS Sekolah (SchoolNet)
Meliputi: seluruh sekolah formal
maupun non formal baik negeri maupun swasta di seluruh jenjang (TK, SD, SLTP,
SLTA). Fungsi utama Jardiknas pada zona Sekolah sebagai media akses informasi
dan pengetahuan serta pembelajaran elektronik berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi.
d. JARDIKNAS Guru dan Siswa (TeacherNet
and StudentNet)
Meliputi: akses personal untuk Guru,
Dosen, Karyawan, Siswa dan Mahasiswa di institusi pendidikan se-Indonesia.
Fungsi utama Jardiknas pada zona Personal sebagai media komunikasi dan akses
informasi pendidikan.
3. Fungsi dan Pemanfaatan JARDIKNAS
a. JARDIKNAS Kantor Dinas/Institusi :Transaksi
data online SIM Pendidikan
a. JARDIKNAS Perguruan Tinggi: Riset dan
Pengembangan IPTEKS
b. JARDIKNAS Sekolah: Akses Informasi dan
e-Learning
b. JARDIKNAS Guru dan Siswa : Akses
informasi dan interaksi komunitas
Sejalan dengan
program JARDIKNAS, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti Depdiknas) juga
turut mengembangkan infrastruktur jaringan skala nasional khusus antar
perguruan tinggi yang disebut INHERENT (Indonesia Higher Education Network).
Ada 32 perguruan tinggi negeri sebagai simpul lokal INHERENT dimana simpul
lokal tersebut mendistribusikan koneksinya ke perguruan tinggi lain di wilayah
masing-masing.
INHERENT
(Indonesia Higher Education Network)
INHERENT
merupakan kependekan dari Indonesia Higher Education Network atau Jaringan
Perguruan Tinggi Indonesia, yaitu jaringan teknologi informasi dan komunikasi
yang menghubungkan setiap perguruan tinggi di Indonesia.
Jaringan ini
dirancang untuk akan menghubungkan seluruh perguruan tinggi yang ada di
Indonesia pada masa yang akan datang. Pada awalnya jaringan ini dimulai dengan
menghubungkan 32 perguruan tinggi yang berlokasi di setiap propinsi di
Indonesia, dan Dikti Jakarta. Perguruan-perguruan tinggi ini mengelola simpul-simpul lokal.
Tujuan utama
pengadaan inherent adalah kerjasama komunikasi data antar perguruan tinggi.
Content Internet langsung diharapkan bisa diusahakan masing-masing perguruan
tinggi. Tidak tertutup kemungkinan perguruan tinggi sharing mirror internet
yang dianggap bermanfaat langsung untuk kepentingan perguruan tinggi di
Indomesia pada umumnya.
Koneksi
Inherent diutamakan untuk kepentingan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.
Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, Inherent terbuka bagi koneksi dengan
institusi riset dan pemerintah daerah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar