Jumat, 29 Januari 2016

Sekilas Tentang JARDIKNAS Dan INHERENT



JARDIKNAS (Jaringan Pendidikan Nasional)



Istilah Jejaring Pendidikan Nasional digunakan pertama kali bulan Juli 2006 sejalan dengan program pengembangan infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) di lingkungan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Mandikdasmen Depdiknas. Pada awalnya, PSMK Mandikdasmen Depdiknas berencana membangun infrastruktur jaringan online skala nasional untuk kebutuhan interkoneksi antar sekolah (Zona Sekolah) di setiap wilayah Kota/Kabupaten se-Indonesia. Dalam perkembangannya, infrastruktur jaringan online tersebut juga dihubungkan ke seluruh kantor Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota/Kabupaten se-Indonesia sebagai simpul lokal JARDIKNAS di daerah (Zona Kantor Dinas). Dimana setiap kantor dinas pendidikan (sebagai simpul lokal) tersebut berkewajiban untuk mendistribusikan koneksi JARDIKNAS ke sekolah-sekolah termasuk Sekolah Menengah Kejuruan yang berfungsi sebagai ICT Center di daerah masing-masing.

1.    Manfaat ICT pada Pendidikan Nasional
a.    Peningkatan kecepatan layanan informasi yang integral, interaktif, lengkap, akurat dan mudah didapat.
b.    Memberikan pelayanan data dan informasi pendidikan secara terpadu.
c.    Menciptakan budaya transparan dan akuntabel.
d.    Merupakan media promosi pendidikan yang handal.
e.    Meningkatkan komunikasi dan interaksi baik secara lokal maupun internasional.
f.     Mengakses berbagai bahan ajar dari seluruh dunia, dan
g.    Meningkatkan efisiensi dari berbagai kegiatan pendidikan.

2.    Zona Jejaring Pendidikan Nasional (JARDIKNAS)
JARDIKNAS merupakan Wide Area Network (WAN) Pendidikan skala Nasional. JARDIKNAS terdiri dari 4 zona jaringan, meliputi:
a.    JARDIKNAS Kantor Dinas/Insitusi (DiknasNet)
Meliputi: kantor-kantor dinas pendidikan baik di tingkat pusat, propinsi hingga kota/kab. Fungsi utama Jardiknas pada zona Kantor Dinas sebagai media untuk transaksi data online sistem informasi administrasi dan manajemen pendidikan.
b.    JARDIKNAS Perguruan Tinggi (INHERENT)
Meliputi: seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.Fungsi utama Jardiknas pada zona Perguruan Tinggi sebagai media untuk riset dan pengembangan IPTEKS serta pembelajaran elektronik berbasi Teknologi Informasi dan Komunikasi.
c.    JARDIKNAS Sekolah (SchoolNet)
Meliputi: seluruh sekolah formal maupun non formal baik negeri maupun swasta di seluruh jenjang (TK, SD, SLTP, SLTA). Fungsi utama Jardiknas pada zona Sekolah sebagai media akses informasi dan pengetahuan serta pembelajaran elektronik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
d.    JARDIKNAS Guru dan Siswa (TeacherNet and StudentNet)
Meliputi: akses personal untuk Guru, Dosen, Karyawan, Siswa dan Mahasiswa di institusi pendidikan se-Indonesia. Fungsi utama Jardiknas pada zona Personal sebagai media komunikasi dan akses informasi pendidikan.

3.    Fungsi dan Pemanfaatan JARDIKNAS
a.      JARDIKNAS Kantor Dinas/Institusi :Transaksi data online SIM Pendidikan
a.      JARDIKNAS Perguruan Tinggi: Riset dan Pengembangan IPTEKS
b.      JARDIKNAS Sekolah: Akses Informasi dan e-Learning
b.      JARDIKNAS Guru dan Siswa : Akses informasi dan interaksi komunitas

Sejalan dengan program JARDIKNAS, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti Depdiknas) juga turut mengembangkan infrastruktur jaringan skala nasional khusus antar perguruan tinggi yang disebut INHERENT (Indonesia Higher Education Network). Ada 32 perguruan tinggi negeri sebagai simpul lokal INHERENT dimana simpul lokal tersebut mendistribusikan koneksinya ke perguruan tinggi lain di wilayah masing-masing.



INHERENT (Indonesia Higher Education Network)


INHERENT merupakan kependekan dari Indonesia Higher Education Network atau Jaringan Perguruan Tinggi Indonesia, yaitu jaringan teknologi informasi dan komunikasi yang menghubungkan setiap perguruan tinggi di Indonesia.
Jaringan ini dirancang untuk akan menghubungkan seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia pada masa yang akan datang. Pada awalnya jaringan ini dimulai dengan menghubungkan 32 perguruan tinggi yang berlokasi di setiap propinsi di Indonesia, dan Dikti Jakarta. Perguruan-perguruan tinggi ini mengelola simpul-simpul lokal.
Tujuan utama pengadaan inherent adalah kerjasama komunikasi data antar perguruan tinggi. Content Internet langsung diharapkan bisa diusahakan masing-masing perguruan tinggi. Tidak tertutup kemungkinan perguruan tinggi sharing mirror internet yang dianggap bermanfaat langsung untuk kepentingan perguruan tinggi di Indomesia pada umumnya.
Koneksi Inherent diutamakan untuk kepentingan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, Inherent terbuka bagi koneksi dengan institusi riset dan pemerintah daerah.



Ancaman Yang Paling Nyata Dari TIK Terhadap Masa Depan Anak-Anak




Masa depan anak dengan adanya TIK akan terancam, ketika banyak masalah yang akan ditimbulkan. Pada anak usia dini, anak melalui masa emas “golden ege” dimana pada usia tersebut merupakan usia yang cocok untuk mengembangkan potensinya dengan optimal. Anak mudah menyerap segala sesuatu yang ada di sekitarnya seperti apa yang dilihatnya, termasuk segala sesuatu yang ada diperoleh melalui penggunaan ICT.
Dalam pemanfaatan ICT perlu adanya penanaman nilai-nilai yang positif, karena dalam ICT banyak sekali nilai-nilai yang dapat diambil oleh anak. Ketika anak tidak dapat memilah apa yang dilihatnya maka akan berpengaruh pada daya pikir dan perkembangan anak.
Dalam perkembangannya, ICT sudah banyak sekali dimanfaatkan oleh anak-anak. Permasalahannya yang berhubungan dengan TIK pada pendidikan anak, yaitu:
1.    ketika anak-anak sangat mudah untuk mengakses segala sesuatu yang menggunakan ICT dalam bentuk “internet”  maka anak akan mudah terpengaruh oleh apa yang dilihatnya.
2.    Ketika hal-hal yang negatif muncul, anak dapat meniru yang dilihatnya. Misalnya video kekerasan, video yang berbau negatif.
3.    Anak sudah kecanduan dengan pemanfaatan ICT, sehingga perkembangan anak mengalami permasalahan. Anak sulit berinteraksi, anak lebih cenderung malas bergerak karena fokus pada penggunaan ICT.

Dari manfaat dan masalah yang ada mengenai pemanfaatan ICT, maka tergambar jelas ketika anak tidak dapat memanfaatkan ICT dengan baik maka anak akan memperoleh sisi negatif dari ICT. Dengan begitu anak akan tercetak menjadi individu yang kurang berkembang disegala aspeknya. Masa depan anakpun akan terganggu, anak akan sulit untuk berinteraksi, anak mudah meniru hal negatif, dan dapat menjadi penikmat akses negatif tersebut.
Masih banyak permasalaan lain yang muncul pada penggunaan TIK untuk masa depan anak. Namun, dari permasalahan yang ada terdapat beberapa solusi yang dapat dilakukan, yaitu:
1.    Memberikan pemahaman kepada anak, menanamkan nilai-nilai moral pada anak dari hal terkecil terlebih dahulu. Pendidikan anak usia dini harus membentuk anak yang terbiasa untuk hidup dengan mengembangkan karakternya.
2.    Memberikan pemahaman kepada orang tua tentang peranan TIK pada anak, termasuk mengenai akses internet dan nilai apa saja yang terdapat dalam internet. Serta mencari beberapa cara untuk mengatasi permasalahan yang dialami orang tua khususny penggunaan IT pada anak-anak.
3.    Orang tua harus mampu mengkomunikasikan pemanfaatan yang baik pada penggunaan ICT untuk anak-anaknya.
4.    Untuk pendidik, perlu adanya pemahaman mengenai penanaman nilai-nilai moral dan pengembangan karakter anak melalui kegiatan pembiasaan pada anak. Agar anak memiliki sikap yang baik dalam mengatasi pemanfaatan ICT.
5.    Untuk yang lebih luas, perlu adanya pengaturan dari pemerintah mengenai pemanfaatan internet. Tidak hanya internet, IT lain seperti televisi harus ada pengaturannya. Beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu: 1) Dari segi pemanfaatan internet harus ada pembatasan mengenai akses internet yang dapat di akses oleh anak; 2) Untuk televisi harus ada pembatasan penayangan-penayangan program televisi yang memang mengandung unsur negatif; 3) Bahkan dapat dibuat password pada tayangan televisi atau akses internet yang mengandung unsur negatif; dan 4) Diatur jam dalam penayangan-penayangan film yang baik di tonton oleh anak dan orang dewasa.

Pada hakekatnya solusi yang dapat dilakukan dalam dunia pendidikan adalah dengan menanamkan nilai-nilai moral dan karakter pada anak. Sehingga anak tercipta menjadi individu yang memahami hal yang baik dan buruk baginya. Namun, hal tersebut tidak dapat dilakukan hanya sebelah pihak, terutama dari lingkungan sekolah saja. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan terdekat anak, sehingga orang tua harus dapat bekerjasama untuk mengembangkan karakter anak. Begitupun dengan lembaga-lembaga lain yang berada dilingkungan anak, perlu adanya dukungan dari lingkungan sekitar anak dimana anak bersosialisasi.

Kamis, 28 Januari 2016

Peran TIK Di Perguruan Tinggi




Perubahan paradikma pengajaran dengan pembelajaran merujuk pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. Perubahan ini mengacu pada empat dimensi dalam pembelajaran yaitu: 1) Perubahan pada pengetahuan guru, keyakinan dan perilaku; 2) Perubahan pada murid bagaimana menggunakan konten atau bidang kajian tersebut; 3) Perubahan dalam hubungan dengan siswa, guru dan orangtua murid; dan 4) Perubahan dalam penggunaan ICT untuk pembelajaran pada siswa.
Pembelajaran ditujukan agar membentuk anak yang cerdas dan kreatif dengan proses yang nyata dalam konteks yang luas. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan khususnya di peguruan tinggi, diharapkan akan membentuk individu yang kompeten dan dapat bersaing dalam dunia nyata.
Teknologi komunikasi dan informasi sendiri dijadikan sarana dalam pondasi dan tiang dalam pembangunan sistem pendidikan nasional khususnya pada kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Teknologi komunikasi dan informasi memiliki peranan penting dalam perguruan tinggi bagi komponen yang ada didalamnya, seperti kurikulum, proses belajar mengajar, fasilitas, sumberdaya manusia, administrasi, manajemen dan kebijakan, serta infrastruktur dan suprastruktur pendidikan.
Pada hakekatnya teknologi komunikasi dan informasi dijadikan sumber-sumber belajar atau informasi, fasilitas, sarana, dan pembentuk skill atau kemampuan, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam proses pengembangan perguruan tinggi. Adapun peranan penting teknologi informasi dan komunikasi di perguruan tinggi secara umum sebagai berikut: 1) Meningkatkan prestasi akademik mahasiswa; 2) Meningkatkan daya saing perguruan tinggi; 3) Meningkatkan mutu dan akses pendidikan tinggi (inherent); dan 4) Meningkatkan “citra” perguruan tinggi, dapat dikatakan sebagai nilai tambah BAN-PT.
Dengan adanya ICT dalam dunia pendidikan khususnya lingkup perguruan tinggi maka akan memudahkan pendidik maupun peserta didik dalam memperoleh, mengolah dan mencerna informasi-informasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan kompetensi-kompetensi yang dimilikinya.

Kamis, 21 Januari 2016

"LEARNING EVENT"




Belajar pada hakekatnya merupakan suatu perubahan yang berupa kecakapan yang baru yang terjadi karena adanya usaha. Peristiwa belajar (learning event) merupakan peristiwa yang terdiri dari beberapa aspek yaitu: 1) proses, 2) perubahan, dan 3) tingkah laku.
Proses dalam belajar dilakukan secara kontinyu dan integral artinya mempelajari sesuatu melewati tahapan-tahapan seperti menulis serta adanya jenjang dalam proses belajar yang terlihat jelas pada jenjang-jenjang pendidikan. Aktifitas yang terkandung dalam proses belajar yaitu aktifitas psikis dan fisik. Proses belajar dilakukan secara individual yang dilakukan dengan pembiasaan, pengalamandan latihan.
Belajar sebagai perubahan bersifat dinamis dan progresif yang memiliki arah yang positif dalam bidang pendidikan. Usaha yang dilakukan secara sadar, disengaja dan bertujuan yang menggunakan prinsip dimana saja, kapan saja dan siapa saja.
Tingkah laku merupakan hal yang tampak berupa perilaku dan hal yang tidak tampak berupa pengetahuan. Aspek yang dikembangkannya merupakan aspek pribadi yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Penggabungan dari aspek tersebut dalam pembelajaran akan menciptakan individu yang interaktif dan kreatif.
Dalam belajar terdapat masukan (input) yang diolah oleh otak yang diolah pada memori jangka panjang dan memori jangka pendek, yang nantinya hasil atau keluaran akan nampak (output). 
Dalam dunia pendidikan hendaknya terdapat peta sukses belajar yang menunjukkan cara pembelajaran itu dapat dilakukan, baik pada pra belajar, proses belajar dan pasca belajar. Melui peta belajar, guru sebagai pendidik harus memahami posisinya dimana guru harus dapat menstimulasi agar pengetahuan atau sikap yang diharapkan dapat menjadi milik pembelajar. Sedangkan anak sebagai pembelajar hendaknya harus mempersiapkan fungsi mental untuk mengubah kemampuan dirinya, dari tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, dan terampil menjadi lebih terampil.